—
Tim Kesehatan Organisasi Asgar
Selama ini dalam pikiran kita sudah tertanam bahwa MSG (Monosodium glutamate) adalah berbahaya bagi kesehatan, meskipun banyak terdapat dalam makanan.
Tapi kenyataannya masih banyak orang yang mau mengkonsumsi MSG, karena bagi mereka MSG membantu memberikan rasa yang enak.
Tapi walau pun demikian, ada juga orang yang tidak mau mengkonsumsi suatu makanan, karena di dalamnya terkandung MSG tadi.
Oleh karena itu, di negara kita yang masih berstatus negara berkembang, masih banyak orang yang ragu untuk mengkonsumsi MSG.
Tapi ternyata di negara maju, seperti Korea, kenyataannya cukup mencengangkan. Ternyata di negara ginseng ini MSG dikatakan aman.
Di Korea, MSG dibolehkan
Pemerintah Korea melalui The Ministry of Food and Drug Safety meningkatkan upaya untuk mengakhiri kontroversi atas keamanan monosodium glutamat, yang dikenal sebagai MSG, dengan membagikan selebaran yang bertujuan mempromosikan kesadaran tentang penggunaan yang tepat dari aditif makanan.
Untuk menghilangkan persepsi luas di kalangan warga Korea bahwa MSG beracun, kata pemerintah, “MSG, diperbolehkan di Korea, tidak berbahaya bagi tubuh manusia sebagai keamanan telah sudah diverifikasi berdasarkan studi ilmiah.”
Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran telah meningkat di Korea mengenai keamanan MSG, yang umum digunakan di restoran untuk meningkatkan rasa, setelah berbagai media melaporkan tentang bahaya aditif.
Telah luas diketahui bahwa konsumsi makanan yang mengandung MSG dapat menyebabkan efek samping seperti kram perut, diare, dan sakit kepala.
Kementerian, bagaimanapun, menyarankan bahwa MSG tidak membahayakan kesehatan manusia, mengutip Komite Ahli Joint FAO / WHO on Food Additives yang telah mengkonfirmasi bahwa MSG adalah aditif aman.
“Anda bisa bernapas lega. Di Korea, MSG digunakan minimal untuk menjaga nutrisi yang dibutuhkan segar dan menghindari dekomposisi dalam makanan olahan” kata kementerian itu.
Menurut kementerian itu, asupan harian bagi orang Korea pada MSG berada di kisaran 5,2 persen dan 11,5 persen dari jumlah harian maksimum yang disarankan pada tahun 2009 dan 2010.
Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat