Tahapan, Manfaat, dan Tips Bayi Supaya Tidur Nyenyak

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Tahapan, Manfaat, dan Tips Bayi Supaya Tidur Nyenyak

Sebuah aktivitas yang sangat penting bagi bayi adalah tidur. Jika bayi tidurnya cukup, maka tumbuh kembangnya lebih baik daripada bayi yang tidak cukup waktu tidurnya.

Tapi banyak di antara orang tua, baik bapak atau ibu, yang belum tahu, dan bertanya tentang apa itu tidur berkualitas, bagaimana tips mudah cara menidurkan, kenapa rewel, dimana tempat yang tepat, dan pada siapa bisa bertanya.

Oleh karena itu, Organisasi Asgar akan memaparkan tentang cara mudah dan tips supaya bayi kita memiliki tidur yang berkualitas, rutin, dan sehat.

Informasi Tahapan Tidur Bayi

Mulai dari mengantuknya bayi sampai tertidur lelap ada sebuah proses yang dibedakan menjadi 2 fase, sebagai berikut

1. Tidur REM

Fase ini adalah tahap REM (Rapid Eye Movement ) disebut juga tahap mimpi. Pada tahap ini kebanyakan pola pernapasan dan denyut jantung si kecil tidak teratur, juga tidak terjadi pembentukan keringat.

Terkadang kita menyaksikan sang bayi tidur sambil tersenyum, tertawa, atau bahkan mengigau.

Kaki dan tangannya juga bisa bergerak-gerak. Walau aktif seperti gejala tadi, bayi akan tetap tidur lelap dan sulit dibangunkan.

Peran penting dalam memulihkan pikiran, daya ingat, serta mempertahankan fungsi sel-sel otak bayi terdapat pada tahap REM ini.

Sejak berusia 6-7 bulan dalam kandungan, bayi sudah mengalami tidur REM ini. Bayi yang lahir normal hanya sekitar 50% waktu tidurnya dalam keadaan REM, sementara bayi prematur menggunakan 80% waktu tidurnya dalam tahap ini.

Walau belum diketahui mengapa bayi banyak menghabiskan waktu tidurnya dalam keadaan REM, ada pendapat yang menyatakan bahwa tidur REM sangat penting bagi perkembangan bayi.

2. Tidur Non-REM (Rapid Eye Movement )

Tahap tidur ini disebut tidur lelap atau tidur nyenyak (deep sleep, sleep soundly). Kita akan mengetahui bayi berada dalam keadaan relaks, berbaring tenang dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur.

Hormon-hormon pertumbuhan diproduksi untuk memulihkan tubuh, memperbaiki sel, serta membangun otot dan jaringan pendukung.

Kita juga akan menyaksikan bayi berkeringat, makanya begitu bangun ia merasa segar dan bugar.

Dampak Negatif Jika Bayi Kurang Tidur

Dari fakta tidur di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bayi yang selalu kurang tidur tentu akan mengalami dampak merugikan pada pertumbuhan dan perkembangannya.

Akibat kurang tidur lainnya adalah pertumbuhan hormon dan sel-sel tubuhnya juga terganggu sehingga akan menurunkan daya tahan tubuhnya.

Di samping itu, kadar sel darah putih dalam tubuh juga akan menurun padahal sel darah putih menentukan efektivitas sistem daya tahan tubuh.

Oleh karena  kurang tidur tadi, bayi akan jadi gampang sakit. Secara emosional, bayi yang kurang tidur biasanya juga hiperaktif dan rewel. Hal ini pasti akan merepotkan orangtuanya.

Manfaat Tidur Lelap Bayi:

Bayi yang waktu tidurnya terpenuhi dengan maksimal, maka perkembangan otaknya akan optimal.

Demikianlah hasil sebuah  penelitian yang dilansir di London pada tahun 1998, yang dilakukan oleh para ahli terkemuka dari Eropa.

Hal ini disebabkan karena aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses tumbuh kembang otak.

Fakta yang ditemukan bahwa 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan saat anak tidur.

Menurut ahli neurologi anak dari RSCM, dr. Dwi Putro Widodo: tidur memiliki peran penting untuk membantu proses pematangan otak sejak bayi berada di rahim, ekstra uterus dan yang terakhir terjadi melalui aktivasi saraf endogen selama tidur di awal kehidupan.

Sepertiorang dewasa yang bisa mengalami gangguan emosi saat kurang tidur, bayi juga biasanya menjadi lebih hiperaktif dan rewel bila tidurnya tidak berkualitas.

Apabila bayi tidur, sebaiknya jangan diganggu, justru akan berbahaya karena dia akan emosi, demikian ditambahkan oleh dr. Dwi Putro Widodo.

Berikut adalah manfaat tidur bagi bayi:

  • memberi kesempatan mengistirahatkan tubuh.
  • memberi kesempatan meningkatkan proses metabolisme, yaitu proses pengolahan pangan menjadi energi yang dibutuhkan. Saat tidur pertumbuhan fisik bayi akan terpacu. Dengan begitu, lama tidaknya tidur bayi berkait erat dengan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan kesehatan fisiknya secara umum.
  • untuk memberi kesempatan tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel yang ada di tubuh, dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak.

Daftar Tabel Kebutuhan Tidur Bayi Per Hari:

Usia Tidur Siang (jam) Tidur Malam (jam) Total Waktu (jam)
0-1 bulan ± 7,5 ± 8,5 16
3 bulan ± 5 ± 10 15
6 bulan ± 4,5 ± 10 14,5
9 bulan ± 3 ± 11 14
12 bulan ± 2,5 ± 11 13,5

Tips Menidurkan Supaya Bayi tidur Lelap:

1. Biasakan  tidur yang teratur dan terstruktur karena dapat membantu bayi tertidur lebih mudah. Lakukan kebiasaan yang sama setiap hari, misalnya sehabis bayi dimandikan langsung diberi minum susu sambil ditidurkan.

2. Supaya bayi cepat tidur, obat yang paling mujarab adalah ASI. Karena ASI mengandung Tritophan yang bisa meningkatkan kualitas tidur bayi.

Karena itu, bayi yang mengonsumsi ASI bisa tidur lebih cepat dan nyenyak layaknya mendapatkan obat tidur.

3. Jangan biarkan ia bangun terlalu siang. Pukul enam pagi, bukalah semua jendela dan biarkan kamar terang benderang dan sinar matahari masuk.

Ajak si kecil keluar, beri ASI, lalu jalan-jalan di sekeliling rumah.  Awalnya, ia akan mengamuk. Tetapi, setelah beberapa hari, ia akan terbiasa.

4. Perhatikan kenyamanan ruang tidurnya karena dapat meredamkan kegelisahan bayi.  Pastikan ventilasinya baik, pencahayaannya pas tidak kelewat terang ataupun gelap, tidak berisik, dan suhunya tidak terlalu dingin ataupun panas.

Suasana gelap akan membuat bayi tertidur. Cahaya lampu dapat mengalihkan perhatiannya, sebab bayi senang melihat sesuatu yang terang.

Selain itu, dengan mematikan lampu saat tidur juga dapat melatihnya untuk dapat membedakan mana siang dan malam. Dengan demikian dia mengerti jika gelap maka itu waktunya tidur.

5. Untuk menjaga kualitas dan waktu tidur bayi, orangtua dapat membiasakan waktu tidur secara teratur.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengajarinya bahwa malam hari adalah waktu tidur.

Caranya, biasakan menyusui dan mengganti popok dengan penerangan redup di malam hari.

Selain itu, jangan mengajaknya bermain usai mengganti popoknya yang basah. Setelah selesai, baringkan saja dan ajak ia kembali tidur.

6. Menggendong bayi hingga ia bisa merasakan irama gerakan orangtuanya dan merasa nyaman. Gerakan ini akan memberikan sensasi pijatan bagi bayi, dan membantunya tertidur.

7. Jangan mengombinasikan menyusui dan memberikan susu dari botol. Gabungan botol dan menyusui berpotensi menyebabkan masalah tidur.

Sebab setelah Anda menyusui, payudara akan memberikan sinyal pada otak bahwa Anda harus memproduksi lebih banyak susu untuk jadwal menyusui berikutnya.

Namun jika Anda mengganti-ganti menyusui dengan memberikan susu lewat botol, Anda mengacaukan proses alami pada tubuh Anda, dan makin berkurang jumlah susu yang akan diproduksi.

Kemudian ketika Anda menyusui si kecil, ia tidak akan mendapatkan cukup ASI karena tidak banyak yang diproduksi.

Akibatnya bayi belum terpenuhi rasa laparnya, dan menuntut lebih banyak susu. Dengan demikian, ia akan lebih sering bangun di tengah malam untuk menyusu.

8. Jangan menyusui sampai si kecil tertidur karena bisa menyebabkan masalah pada pola tidurnya.

Bayi akan menangkap bahwa Anda memberinya makan pada jam tidur, sehingga ia akan tergantung pada pembagian waktu ini.

Setelah mengalami hal ini beberapa kali, bayi akan terjebak ke dalam rutinitas yang memang ia harapkan setiap menyusu.

Untuk mencegah kebiasaan ini terjadi, cobalah untuk mengubah waktu, atau lamanya waktu, ketika Anda menyusui bayi pada jam tidur.

Perlahan-lahan, Anda bisa menghilangkan kaitan antara menyusui dan jam tidur. Selain itu, Anda bisa menyusui si kecil lebih awal, sehingga bayi akan belajar untuk mulai tidur sesuai jam tidurnya sendiri.

9. Mengatur pola makan Ibu karena sebagai ibu menyusui, apapun yang Anda minum atau makan akan memengaruhi ASI.

Jika porsi makan Anda tidak “sesuai kuota” setiap harinya, ASI akan terpengaruh. Karena itu, usahakan Anda makan teratur tiga kali sehari, ditambah snack di antara jadwal makan tersebut.

ASI harus memiliki jumlah kalori yang memuaskan, agar bayi merasa puas dan kenyang. Jika tidak, saat itulah bayi akan terus menuntut untuk makan, dan mengganggu tidurnya.

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang sehat, dan minum banyak air putih dan susu sepanjang hari. Hal-hal ini juga akan mendukung persediaan ASI. Semakin bayi merasa kenyang, semakin baik tidurnya.

10. Jangan tidur terlalu dekat dengan waktu tidur malam.  Sebaiknya, kebiasaan tidur pukul 18.00-19.00 dihapuskan saja.

Juga, lebih baik ia tidur selama satu jam antara pukul 10.00-11.00 dan satu jam lagi antara jam 15.00 –16.00.

11. Buat ritual tidur. Pukul 19.30 cuci kaki, cuci tangan, gosok gigi, plus ganti baju. Bacakan buku cerita sambil dipijat.

Setelah 30 menit, redupkan lampu dan semua orang tidur. Bila ia terus bermain, ya biarkan saja dan jangan bereaksi.

Jika ia menangis, bujuklah dan kembali ’tidur’ (pejamkan mata). Percayalah, anak sangat cerdas.

Ia akan cepat belajar dan menyesuaikan diri. Yang penting, butuh konsistensi dan kesamaan sikap dari Anda dan pasangan.

12. Ada baiknya sambil didendangkan lagu. Begitu bayi sudah hampir terlelap, langsung letakkan ke tempat tidurnya.

Bayi yang terbiasa tertidur sendiri akan melatihnya menjadi pribadi yang tenang dan juga membantu jam biologis.

13. Dibedong saat tidur karena kain bedong akan membuat bayi merasa hangat dan nyaman sehingga ia mudah tertidur.

Selain itu, dengan dibedong juga dapat mecegah bayi mencakar atau menyakiti wajahnya saat ia tidur.

14. Hindarilah Boneka bulu dan karpet karena merupakan benda yang mudah menyimpan debu dan tungau pemicu alergi.

Alergi adalah salah satu pengganggu tidur anak. Jika ia sering terbangun lalu bersin atau kulitnya memerah dan gatal kemungkinan ia alergi debu.

Udara yang dingin pada malam hari juga bisa memicu alergi, untuk itu selalu siapkan selimut berbahan lembut.

15. Jagalah agar si kecil jangan sampai kelelahan berlebihan. Rasa Lelah memang bisa membuatnya tertidur pulas tetapi jika kelelahannya berlebihan tubuhnya akan merasa sakit dan tidurnya akan gelisah.

Tidak jarang akibat kelelahan bermain, suhu tubuhnya naik dan membuat tidurnya terganggu.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat