Hati-hati, Ada Makanan Sekitar Kita yang Menyebabkan Keracunan

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Hati-hati, Ada Makanan yang Menyebabkan Keracunan

Dewasa ini, makin banyak orang yang tidak dapat beraktifitas hanya karena sebuah masalah, yaitu keracunan makanan.

Keracunan makanan dapat menyebabkan diare, mual, muntah atau kram dalam waktu 48 jam karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Dalam beberapa kasus lebih parah, ini bisa merenggut nyawa kita.

Keracunan makanan memang sangat berbahaya. Tapi, ternyata banyak sekali makanan di sekitar kita yang dapat membawa racun pada tubuh kita.

Berikut adalah daftar singkat makanan yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika kita tidak berhati-hati tentang bagaimana cara mengkonsumsinya.

Telur

Hal ini tidak berlaku untuk semua telur. Seperti makanan lain, kadang-kadang telur dapat terkontaminasi oleh bakteri berbahaya tertentu seperti Salmonella yang paling berbahaya.

Jika kita mengkonsumsi telur mentah yang terinfeksi oleh zat berbahaya, maka bisa menunjukkan gejala keracunan makanan yang parah.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya selalu membeli telur dari toko yang bersih dan kredibel, cuci ringan dan simpan dalam lemari es segera setelah tiba di rumah.

Selalu memasak telur dengan baik sebelum dikonsumsi, dan pastikanlah bahwa ada tempat untuk pengobatan yang tepat pada contoh pertama dari gejala keracunan makanan.

Tuna

Jenis makanan lain yang dapat menyebabkan keracunan adalah tuna. Tuna dapat terkontaminasi oleh scombrotoxin, yang dapat menyebabkan kram dan sakit kepala.

Cara pencegahan adalah, pastikan dulu bahwa tuna disimpan dingin dalam es setelah ditangkap karena jika terlalu panas dapat melepaskan racun, yang akan sulit untuk membunuhnya dengan cara dimasak.

Tuna yang matang tuna juga patut dicurigai. Untuk menghindari keracunan makanan dari tuna, pastikan bahwa tuna itu didinginkan dengan baik, dan dimasak secara menyeluruh.

Selain itu, yakinkan dulu diri kita, sebelum mencoba hidangan tuna mentah tanpa tahu bagaimana dan dari mana ikan tuna itu berasal.

Tiram dan Kerang

Selanjutnya adalah tiram dan kerang, yang secara umum dipandang sebagai ancaman potensial keracunan makanan yang bisa menyerang kita tanpa kita sadari.

Faktor penting penyebab adalah kualitas air di mana mereka berkembang biak memiliki banyak hubungannya dengan fenomena ini.

Jika air mereka tercemar, maka kemungkinan tiram terkontaminasi.

Keracunan makanan yang disebabkan oleh kerang dapat menyebabkan gejala seperti muntah, demam, diare, antara lain.

Jadi, berhati-hatilah untuk membeli tiram dan beberapa jenis kerang untuk dijadikan sebagai makanan kita dan anakanak

Kentang

Keracunan makanan yang disebabkan oleh kentang sangat jarang, tetapi bukan tidak mungkin karena kentang mentah terkadang bisa menjadi berbahaya yang berisi racun untuk mengusir predator.

Kebanyakan peternak mengendalikan toksisitas ini dalam kentang, tapi bahkan kentang ternak bisa berubah menjadi hijau, warna dan tampilan perubahan sifat yang terkontaminasi.

Memasak dengan tingkat panas yang tinggi dapat membunuh racun ini, itulah sebabnya mengapa kita harus harus ekstra hati-hati dalam melihat warna kentang dan tekstur sebelum menambahkannya dalam keadaan mentah untuk makanan.

Berries

Ada sebagian orang yang bisa alergi terhadap buah sementara yang lain mungkin menyukai buah sejauh bahwa mereka tidak keberatan makan berry beku.

Ternyata itu adalah tempat di mana kuman yang disebut Cyclospora mengintai, yang merupakan penyebab kram, dehidrasi dan diare.

Penting diingat, bahwa Cyclospora dapat hadir dalam semua jenis buah stroberi, raspberry, dan blackberry. Jadi hati-hatilah

Keju

Selanjutnya adalah keju. Keju dapat dengan mudah terkontaminasi dengan bakteri seperti Listeria Salmonellaor, yang dalam kasus yang sangat ekstrim dan langka juga menyebabkan keguguran.

Jadi tidak heran, wanita hamil disarankan untuk menjauh dari keju varietas seperti biru-berurat, camembert, brie dan feta.

Jadi pastikanlah kita tidak membeli keju yang tak terkontrol di pasar. Selalu belilah untuk keje merek ternama dan dalam bungkus segel, dan jangan lupa untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa-nya.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat