Peluang dan Cara Mudah Memperbanyak Tanaman Sukun

Organisasi Asgar

Peluang dan Cara Mudah Memperbanyak Tanaman Sukun

Selama ini sukun jarang kita dengar tentang manfaat dan khasiatnya. Tapi ternyata sukun memiliki kandungan gizi, obat, dan juga peluang bisnis yang cerah.

Disamping rasanya yang enak, ternyata sukun adalah sumber makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan bisa mengenyangkan dalam waktu cepat kalau dikonsumsi.

Peluang bisnis

Sukun juga bisa dimanfaatkan untuk dijadikan tepung. Selain itu sukun juga  mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai obat.

Bagi masyarakat pada umumnya dan petani pada khususnya, menanam sukun cukup mudah.

Yang membuatnya menguntungkan adalah sukun dapat menghasilkan buah yang sangat banyak, dan tentu pula dengan harga jual yang tinggi.

Seandainya petani dan masyarakat berniat mengembangkan tanaman ini di pekarangan atau lahan yang tidak terpakai, maka akan dapat memperoleh tambahan pendapatan dari buah sukun ini.

Kondisi tanah yang dibutuhkan untuk menanam sukun

Ketinggian tanah untuk menanam sukun adalah di dataran rendah (0 m) hingga dataran tinggi (700 m).

Suhu yang baik untuk sukun supaya tumbuh optimal adalah antara 20-40 derajat Celcius.

Jika dua kondisi di atas terpenuhi, maka sukun memiliki tingkat produktifitas tinggi karena umur empat tahun lebih sudah menghasilkan.

Cara memperbanyak sukun

Selama ini masyarakat melakukan perbanyakan tanaman sukun ini hanya melalui stek akar.

Tapi ternyata kegiatan ini malah menimbulkan masalah yang dapat menggangu pertumbuhan dan juga dapat mengakibatkan kematian tanaman pohon induk.

Masalah yang timbul dari stek akar yaitu susahnya memperbanyak tanaman sukun dalam jumlah besar.

Ini disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan materi atau bahan stek akar.

Masalah lainnya adalah sulitnya pengambilan materi stek, karena masih melakukan penggalian tanah dan hasilnya tidak banyak dan juga tidak seragam.

Selain itu ada lagi kendala yang sangat buruk yaitu apabila akar tanaman diambil terus  menerus akan mengganggu pertumbuhan dan juga dapat mengakibatkan kematian tanaman pohon induk.

Dengan berkembangnya pengetahuan pertanian, ditemukanlah cara mudah untuk memperbanyak stek tanaman sukun melalui stek batang sebagai alternatif untuk mendapatkan benih dalam jumlah banyak dan juga seragam baik varietas maupun ukurannya.

Melalui proses stek batang ini maka kita akan dapat menghasilkan benih dalam jumlah banyak, selain itu juga akan seragam baik varietas maupun ukuran benihnya.

Bahan, cara, dan prosedur stek batang

Yang pertama dibutuhkan untuk stek batang adalah bibit sukun asal stek akar yang telah berumur ± 1 tahun atau mempunyai ketinggian batang 1 m.

Sebagai perkiraan, benih yang mempunyai ketinggian 1 m dapat dijadikan sebagai bahan stek sekitar 8-10 stek dengan ukuran 10 cm/stek.

Dengan perkiraan ini kita akan mudah menghitung berapa benih yang akan kita produksi, lalu dengan mudah menyesuaiakan ketersediaan benih yang dijadikan pohon induk.

Setelah itu lakukan pencelupan dengan air kelapa muda dan juga campuran bawang merah dan air dengan perbandingan 1:2 yang telah diblender.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan tumbuhnya perakaran stek.

Kemudian stek tadi ditanam pada polibag yang telah diisi media tumbuh dan setelah itu dilakukan penyungkupan yang rapat agar suhu dan kelembaban dalam sungkup tetap terjaga.

Tempat  penyungkupan ini harus dibawah naungan paranet 70 % atau atap daun kelapa yang rapat.

Kemudian sukup ini mulai dibuka 2 bulan kemudian. Bukalah bagian ujungnya untuk melatih agar terkena udara luar.

Setelah itu perhatikanlah pertumbungan benih. Jika benih sudah kuat, maka sungkup bisa dibuka semuanya.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pemupukan baik pupuk daun maupun pupuk buatan. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan stek.

Selanjutnya tinggal menunggu sampai benih mempunyai ketinggian batang minimal 30 cm atau berumur 6 bulan setelah perbanyakan.

Proses perbanyakan sudah selesai. Setelah itu benih yang sudah jadi tadi sudah bisa ditanam pada lahan yang ada, bisa juga dijual, atau disalurkan kepada petani yang lain.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat

Originally posted 2013-03-15 14:11:21. Republished by Blog Post Promoter