Penelitian Baru, Tubuh Nano Alpaca Berhasil Mengobati Rheumatoid Arthritis dan Asam Urat

Diposting pada

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Berdasarkan serangkaian studi dan penelitian ditemukan bahwa ada Penelitian Baru, Tubuh Nano Alpaca Berhasil Mengobati Rheumatoid Arthritis dan Asam Urat.

Mini-antibodi, atau nanobodi, dari makhluk berbulu yang disebut alpacas telah ditemukan untuk meredam peradangan yang berlebihan pada tikus.

Sebuah tim ilmuwan internasional dari Universitas Bonn dan São Paulo, di Jerman dan Brasil, masing-masing, telah mengembangkan tindakan pencegahan yang menjanjikan menggunakan tubuh nano alpaka untuk mengobati kondisi peradangan termasuk radang sendi dan kanker.

Respon imun tipikal dalam sel manusia dimulai ketika kompleks molekul besar yang terdiri dari apa yang disebut protein ASC, atau bintik ASC, memicu akumulasi sejumlah besar zat pembawa pesan, dan membentuk lubang di membran sel sehingga molekul pembawa pesan dapat melarikan diri untuk waspada. sistem kekebalan tubuh.

“Pada titik tertentu, sel pada dasarnya meledak dan mengosongkan seluruh isinya ke dalam jaringan.

Zat pembawa pesan yang sekarang tiba-tiba dilepaskan kemudian bertindak seperti teriakan minta tolong yang terakhir.

Ini memicu sistem kekebalan untuk meningkatkan respons peradangan yang kuat yang mengandung infeksi,” kata Bernardo Franklin dari Institute of Innate Immunity di University Hospital Bonn.

“Aktivitas [bintik ASC] mereka mengaktifkan sistem kekebalan bahkan setelah ancaman itu dihindari,” tambah Franklin. “Ini dapat menyebabkan peradangan kronis, yang sangat merusak jaringan.”

Badan nano alpaka kemudian ditemukan menargetkan dan menetralkan bintik ASC, dalam kultur sel dan percobaan tikus.

Menurut para ilmuwan, nanobodi jauh lebih kecil dari antibodi normal dan sangat baik untuk memecah kompleks molekuler.

Selain itu, nanobody tidak merangsang sistem kekebalan atau memperburuk peradangan.

Para ilmuwan juga mengutip sebuah studi 2018 yang menunjukkan bagaimana nanobodies alpaka dapat mengikat dan menghambat pendorong utama dalam berbagai kanker yang disebut faktor pertumbuhan epidermal (EGF).

Baru-baru ini, nanobodi alpaka telah dimanfaatkan untuk mengembangkan pengobatan baru untuk COVID-19.

Nanobodi alpaka juga dapat mengobati atau mencegah kondisi neurologis protein targetnya, bintik ASC, diperkirakan menyebabkan kerusakan di otak dan berkontribusi pada pembentukan gumpalan beta amiloid, yang merupakan kumpulan protein yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

Demikianlah informasinya tentang apa, bagaimana cara, kapan dan kenapa obat dan sehat itu penting, pada siapa bertanya, berapa harga dan lama proses, dimana yang jual murah dan kita beli gampang, semoga bermanfaat.