Melawan Obesitas dengan Cara Makan Kumbang dan Serangga

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Melawan Obesitas dengan Cara Makan Kumbang dan Serangga

Obesitas adalah faktor buruk kesehatan yang menghantui dunia. Tapi ternyata ada cara-cara unik dan aneh dalam memerangi obesitas.

Membayangkan makan kumbang, ulat dan semut dapat membuat kita merinding dan jijik, akan tetapi para peneliti PBB mengatakan manfaat kesehatan dari mengkonsumsi serangga bergizi bisa membantu melawan obesitas.

Proses dan Metode Penelitian

Lebih dari 1.900 spesies serangga yang dimakan di seluruh dunia, terutama di Afrika dan Asia, tapi orang-orang di Barat umumnya menghindari makanan seperti belalang.

Para penulis studi oleh Departemen Kehutanan, bagian dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), mengatakan banyak serangga mengandung jumlah protein dan mineral yang sama seperti daging. Juga mengandung lemak yang lebih sehat.

“Di Barat, kami memiliki bias budaya dan berpikir bahwa karena serangga berasal dari negara-negara berkembang, ini susah diterima barat”

Demikian kata ilmuwan Arnold van Huis dari Wageningen University di Belanda, yaitu salah seorang anggota peneliti.

Eva Muller dari FAO mengatakan restoran di Eropa yang mulai menawarkan hidangan berbasis serangga, menyajikan mereka untuk pengunjung sebagai hidangan eksotis.

Sebuah restoran Denmark “Noma”, misalnya, dinobatkan terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut dalam satu jajak pendapat, terkenal untuk bahan termasuk semut dan fermentasi belalang.

Profesor van Huis mengatakan bahwa ada hambatan psikologis untuk menikmati hidangan seperti yoghurt lebah larva.

Dalam tes buta yang dilakukan oleh timnya, sembilan dari 10 orang lebih menyukai bakso yang terbuat dari kira-kira setengah daging dan setengah mealworm dibandingkan dengan bakso yang 100 persen dibuat dari daging.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat