Asal usul, Penyebab, Gejala, bahaya, dan Pencegahan German Measles (Campak Jerman)

Diposting pada

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Asal usul, Penyebab, Gejala, bahaya, dan Pencegahan German Measles (Campak Jerman)

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Banyak di antara kita, baik itu keluarga, sahabat dan rekan kantor yang mungkin menderita German Measles (Campak Jerman), dan ingin menghindarinya.

Tapi banyak di antara kita yang belum tahu dan bertanya, tentang apa itu German Measles (Campak Jerman), bagaimana cara meredakan, kapan bisa disembuhkan, berapa biaya, kenapa bisa terjadi, dimana tempat mengobati, dan kepada dokter siapa bisa bertanya.

Oleh karena itu, bersama ini Organisasi Asgar akan berbagai tips dan trik mudah cara mendapatkannya, semoga bermanfaat.

Asal usul

Kita mungkin pernah mendengar tentang penyakit Campak Jerman. Tapi kenapa  namanya berkaitan dengan negara Jerman?

Ternyata ada seorang ahli dari Jerman. Dia ada seorang ahli fisika yang pertama kali mendiagnosis penyakit ini pada pertengahan abad 18.

Karena ahli ini berasal dari jerman, oleh karenanya penyakit ini disebut dengan campak Jerman atau (German measles)

Penyebab Campak Jerman (German measles)

Virus Rubela (latin) adalah penyebab Campak Jerman. Rubela sendiri diartikan berarti bintik merah kecil.

Cara penularan Virus Rubela menyerupai flu, yaitu melalui udara. Sering ditemukan campak Jerman ditularkan saat orang yang terinfeksi mengalami batuk atau bersin.

Wanita hamil juga punya kesempatan menularkan virus tersebut kepada bayinya jika ia terinfeksi selama masa kehamilan.

Itulah yang disampaikan oleh Dr. Femmy Nurul Akbar, SpPD merupakan Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan menjelaskan,

Penyakit campak Jerman (German measles) bisa terjadi pada orang dewasa atau pada anak-anak usia 5 sampai 14 tahun.

Memiliki dampak lebih ringan (mild) dan tidak fatal. Virus rubela membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk berkembang biak (inkubasi), kemudian muncul sebagai gejala klinis.

Gejala Campak Jerman (German measles)

Gejala pada orang dewasa yaitu: seperti batuk-pilek berat, diare, demam, badan meriang serta menggigil, tulang terasa linu, sakit kepala berat, serta poliartritis (sendi-sendi kecil bengkak dan meradang).

Sementara yang terjadi pada anak, nyaris tidak memiliki gejala awal. Jika ada, biasanya berupa batuk-pilek ringan tanpa disertai mata merah maupun demam yang menyolok.

Gejala lain pada masa-masa awal penyakit dapat dijumpai pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan di belakang telinga si anak. Kalau ditekan akan terasa nyeri.

Maka pada esok harinya, keluarlah bercak merah khas campak yang bermula di wajah lalu turun ke leher, dada, punggung sampai ke tangan dan kaki.

Penyebaran bercak-bercak merah tersebut sangat cepat. Proses muncul lalu hilangnya adalah tiga hari sehingga penyakit ini dikenal pula dengan three-day measles atau ‘campak tiga hari’.

Ciri khas lainnya, begitu bercak-bercak mencapai kaki, biasanya yang di sekitar wajah dan leher mulai hilang.

Gejala lain adalah penderita menjadi malas makan, karena terjadi pembengkakan pada limpa.

Tapi jangan khawatir, pada fase penyembuhan, bekas dari bercak-bercak ini hanya mengelupas ringan dan jarang menimbulkan bekas pada kulit penderita.

Bahaya Campak Jerman (German measles)

Seorang wanita tidak diperbolehkan hamil sejak ditemukan adanya virus Rubela di dalam tubuhnya. Sebab risikonya, si bayi akan mengalami cacat bawaan.

Komplikasi yang ditimbulkan oleh campak Jerman terhitung sangat jarang. Namun, perlu diwaspadai apabila menyerang wanita hamil karena dapat menular pada janin melalui plasenta.

Virus Rubela dapat menimbulkan sindrom rubela kongenital pada bayi saat dilahirkan.

Sindrom ini membuat mata bayi mengalami katarak, ada ketulian, dan pengapuran di otak sehingga anak bisa mengalami keterbelakangan berkembang.

Kalau ibu hamil terkena virus pada trimester I kehamilan, bisa terjadi keguguran.

Walau akibatnya sangat banyak pada janin, virus Rubela tidak akan bertahan sampai lama di dalam tubuh kita.

Jadi sangat tidak benar apabila seorang wanita subur terkena rubela, sampai kapan pun tidak boleh hamil.

Sangat disarankan bagi ibu hamil yang belum pernah terkena campak Jerman untuk menghindari sebisa mungkin pemaparan dan kontak dengan penderita.

Jika sudah pernah kena, biasanya akan kebal, terutama kalau kondisi tubuhnya fit banget.

Jika sudah terlanjur terkena kontak atau muncul gejala, segeralah ke dokter untuk penanganan lebih lanjut,” saran dokter Femmy.

Pencegahan Campak Jerman (German measles)

Langkah pencegahan utama adalah pemberian vaksinasi rubela untuk menanggulangi infeksi rubela.

Vaksin untuk virus ini pertama kali dilisensi di Amerika Serikat tahun 1969. Sejak itu, tingkat infeksi rubela menurun secara dramatis.

Sangat disarankan melakukan imunisasi MMR (Measles Mumps Rubella) kepada setiap anak, terutama anak perempuan, untuk mengantisipasi terinfeksi rubela serta melindungi janin yang dikandungnya kelak.

Kekebalan itu nantinya akan diturunkan kepada bayinya hingga berusia sembilan bulan.

Vaksin rubela juga dapat diberikan bagi orang dewasa terutama wanita yang tidak sedang hamil atau baru akan merencanakan hamil tiga bulan setelah pemberian vaksin.

Vaksin merupakan virus Rubela hidup yang dilemahkan dan dapat berisiko menyebabkan kecacatan meskipun sangat jarang.

Pria juga perlu melakukannya untuk mencegah agar tidak terserang rubela dan menulari istrinya yang nantinya hamil.