Khasiat Obat dan Manfaat dari Kembang Pukul Empat

Resep obat alami tradisional ini dan penggunaan berikut disarikan dari hasil penelitian BPPT (IPTEKnet) dengan CODATA ICSU Indonesia yang direalisasikan pada tahun 2002

Khasiat Obat dan Manfaat dari Kembang Pukul Empat

Nama Lain dari Kembang Pukul Empat:

Bahasa Latin: Mirabilisjalapa Linn, Jalapa congesta Moench. Nyctago hortensis, Bot.  Bahasa Sumatera: Kembang pagi sore, bunga waktu kecil. Bahasa Jawa: Kederat, segerat, tegerat.

Bahasa Maluku: Kupa oras, cako raha. Bahasa Sulawesi: Bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki, pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga tete apa. Bahasa Mandarin China: Zi Mo li.

Zat yang Dikandung dan Khasiat Obat dari Kembang Pukul Empat:

Komposisi yang dikandung kembang empat cukup banyak, di antaranya betaxanthins. Lalu pada buah terdapat zat tepung, lemak, zat asam lemak, dan zat asam minyak.

Khasiat obat alami yang sering dibuktikan masyarakat adalah sebagai anti radang, peluruh air seni, memperlancar-sirkulasi dan menghilangkan hambatan aliran, menyembuhkan amandel (Tonsilis), infeksi saluran kencing, kencing manis, kencing berlemak, keputihan, erosi mulut rahim, dan reumatik.

Cara Mengolah dan Meramu Kembang Pukul Empat:

1. Untuk Mengobati Penyakit Acute arthritis:

  • Siapkanlah akar segar kembang pukul empat
  • Cucilah semua bahan tadi
  • Rebuslah semuanya
  • Minumlah hasilnya
  • Jika badan panas, tambahkanlah tahu, bila badan dingin tambahkanlah kaki sapi

2. Untuk Menyembuhkan Penyakit Bisul

  • Siapkanlah daun kembang pukul empat sebanyak 10 lembar
  • Cucilah sampai bersih
  • Lumatkanlah
  • Tambahkanlah air garam secukupnya
  • Tempelkanlah pada bisul dan sekelilingnya
  • Kemudian balutlah

4. Untuk Mengobati Jerawat:

  • Siapkanlah buah kembang pukul empat
  • Ambillah bagian buah yang mengandung zat tepung
  • Buatlah sebagai tepung bedak.
  • Tambahkanlah air
  • Oleskanlah pada wajah yang berjerawat

Peringatan Penting:

Bagi para wanita hamil dilarang menggunakan resep obat alami ini. Untuk merebus, tidak boleh memakai bahan dari besi (panci, sendok, dll.)