Waspadailah Nyeri Pada Sendi, Ada Tanpa Bahaya Osteo-arthritis

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Barangkali kita sering mengalami sakit atau nyeri pada sendi, tapi sering pula kita mengabaikan rasa sakit tersebut.

Tapi kalau terlalu sering tidak diwaspadai, maka akan jadi bahaya bagi kesehatan kita.

Berdasarkan hasil dari serangkaian penelitian ditemukan bahwa jika ada rasa sakit atau bengkak yang terus menerus pada sendi bisa menunjukkan penyakit osteo-arthritis.

Kita Harus Hati-hati

Jika kita telah menderita rasa sakit pada sendi selama lebih dari seminggu, maka kita mungkin akan lebih baik mengambil tindakan segara unuk berobat pada dokter daripada mengobati diri sendiri.

“Rasa sakit atau bengkak yang terus-menerus pada sendi bisa menjadi tanda osteo-arthritis.

Daripada mengunjungi dokter, banyak yang memilih untuk membeli obat penghilang rasa sakit di atas meja untuk memerangi rasa sakit, yang pada gilirannya dapat merusak ginjal mereka, hati dan organ lainnya”

Demikianlah disampaikan oleh pakai yang bernama Naveen Chowdary Tummala, yang merupakan seorang konsultan ahli bedah ortopedi dari Rumah Sakit Swaram.

Tapi jangan sedih, walau menderita sakit sendi, tapi masih mungkin untuk memiliki kualitas hidup yang baik, bahkan dengan arthritis, tetapi pemantauan dan intervensi konstan untuk penyakit tersebut sangat diperlukan

Intervensi awal dapat kita lakukan selama masa pemantauan, yaitu berupa pemberian obat-obatan, fisioterapi dan beberapa prosedur invasif minimal.

Bahkan perubahan gaya hidup seperti menghindari duduk di lantai akan bisa membantu mengelola rasa sakit.

Menurut Vijay C. Bose, konsultan ahli bedah ortopedi, “Dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang di usia 40-an dan 50-an juga menjadi rentan terhadap osteo-arthritis.

Di India, arthritis mempengaruhi lutut lebih umum daripada sendi lainnya. Oleh karena itu, penggantian lutut sering dilakukan.

“Penggantian sendi umumnya direkomendasikan untuk orang-orang yang kualitas hidup tetap terkena dampak, bahkan setelah intervensi sederhana seperti obat-obatan dan fisioterapi” katanya.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat