Tips Mudah Supaya Anak Mau Makan Sayur, Tanpa Paksaan

Banyaknya makanan yang gaya luar negeri, bahkan namanya aneh-aneh, justru membuat anak menyukainya. Mungkin karena anak banyak melihat iklan di televisi dan nonton di film dan kartun.

Tips Mudah Supaya Anak Mau Makan Sayur, Tanpa Paksaan

Sayang sekali, makanan ala barat tersebut sangat banyak mengandung zat penambah rasa dan sifatnya instant atau fast food. Kalau hanya mementingkan rasa, tentu saja anak-anak tidak seimbang pola makannya.

Tidak seimbangnya pola makan, sebagian besar karena anak-anak kurang menyukai sayur dan buah. Karena sayur dianggap makanan kampung yang jarang ada di iklan televisi.

Banyak sekali orang tua yang bersusah payah membujuk anak-anak supaya mau makan sayuran. Hal ini membuat orang tua sangat prihatin, karena kalau anak tidak mau makan sayuran atau makanan berbahan sayur, maka hal ini dikhawatirkan akan terus terjadi pada masa dewasa sang anak.

Oleh karena itu, tim kesehatan organisasi asgar akan memaparkan tips dan trik mudah supaya anak-anak mau makan sayur, sebagai sumber gizi yang sehat.

1. Perkenalkanlah Resep Kreatif yang Inovatif

Ada orang tua yang mencoba untuk “menyembunyikan” sayuran dalam makanan lain, tapi ini bukan ide yang bagus, karena anak akan tetap menjauhi sayuran.

Sebaiknya anak-anak belajar mencintai sayuran karena rasanya, bukan karena menyembunyikan sayuran tersebut agar mereka mau makan sayur atau membuat mereka merasa bahwa itu adalah sebuah keterpaksaan saja.

Tapi ada tips mudah yang bagus, cobalah resep kreatif yang menggabungkan sayuran dengan cara yang menyenangkan dan menarik dapat menjadi pengingat bahwa makanan yang terbuat dari sayuran dapat terasa lezat seperti daging, susu atau gandum.

2. Ajaklah Anak Berkunjung ke Sumber Sayuran

Luangkanlah waktu berwisata ke desa yang indah sambil menikmati udara yang sejuk dan jauh dari kebisingan dan polusi kota.

Kita juga bisa mengajak anak untuk menjadi relawan di sebuah komunitas perkebunan, atau menanam sebagian sayuran itu di rumah.

Melalui cara ini, anak-anak tidak hanya bisa mencicipi langsung buah-buahan dan sayuran segar, tapi juga bisa memperkenalkan kepada anak-anak berbagai varietas yang mungkin tidak bisa ditemui di supermarket.

Di samping itu mereka juga bisa berwisata dan menghirup udara segar dalam proses pengenalan tersebut, dan mereka bisa melihat betapa bahagianya bercocok tanam.

3. Sajikanlah Sayuran dengan Cara yang Menarik

Apabila sebuah makanan dengan mudah didapatkan dan disajikan dengan sangat menarik, maka akan semakin banyak orang yang akan memakannya.

Fakta ini sudah dibuktikan oleh serangkaian penelitian di kafetaria sekolah. Ketika buah-buahan dan sayur-sayuran disajikan di tempat yang bisa dilihat dengan baik dan tampilannya menarik, banyak anak-anak yang memakannya.

Contoh lain, waktu kue brownies disajikan lebih menarik, maka banyak brownies yang akan dimakan. Ini bukan ilmu yang sulit, tapi ini adalah fakta ilmiah.

Dari penelitian tersebut, kita dapat menerapkan prinsip yang sama di rumah. Dengan membuat penyajian yang lebih menarik dari buah-buahan dan sayuran, dan biarkan anak-anak mengetahui bahwa mereka bisa melayani makan mereka sendiri.

4. Pakailah Pelengkap Rasa Alami

Ada sebuah cara yang membuat makanan menjadi lebih nikmat, yaitu pengalaman ketika kita mencocol makanan tersebut ke dalam saus atau sambal.

Cara cocolan ini juga bisa membuat anak-anak mau makan sayur. Melalui pengalaman orang tua, mencoba segala sesuatu mulai dari cocolan hummus (dari kacang-kacangan), salsa tomat, hingga cocolan yoghurt rasa timun.

Dengan cara itu, anak-anak menjadi lahap dan belepotan, sebagai bukti bahwa mereka menikmatinya. Ternyata dari cocolan tersebut banyak mengandung nutrisi tertentu, dan manfaatnya bisa meningkat berkali lipat jika kitamenyajikannya bersama dengan banyak sayuran untuk dicocol

5. Prakteklanlah Memasak dan Ajarkanlah

Bagi anak-anak, memproses makanan akan menjadi pengalaman yang menarik. Anak-anak akan suka jika tangan mereka aktif menyentuh langsung aneka warna masakan.

Jadi ajaklah anak-anak untuk ikut berpartisipasi memasak di dapur. Mereka cenderung mau untuk mencoba memasak jika ada yang menemaninya dan membuatnya merasa ikut berperan.

Anak-anak akan menjadi sangat antusias untuk memakan sayuran, karena mereka akan jadi sangat penasaran pada apa yang sudah mereka masak, dan merasakan bahwa mencipta makanan itu adalah proses yang tidak gampang, jadi sebaiknya dihargai.