Tips Mengenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Ectopic Pregnancy (Hamil di Luar Kandungan)

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Tips Mengenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Ectopic Pregnancy (Hamil di Luar Kandungan)

Setelah mengetahui bahwa ada kehamilan, betapa bahagianya hati calon bunda dan ayah.

Di balik kebahagiaan itu ada kemungkinan yang bisa membuat berduka. Salah satunya adalah pada kasus ectopic pregnancy atau sering kita sebut hamil di luar kandungan.

Beda dengan kehamilan biasa adalah biasanya sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim. tapi pada kasus ectopic pregnancy, sel telur dibuahi di tempat lain.

Tapi banyak di antara kita, baik calon bapak atau ibu, yang belum tahu, dan bertanya tentang apa itu ectopic pregnancy, bagaimana tips mudah cara menghindari, kenapa penyebab, dimana tempat yang tepat mengobati, dan pada dokter siapa bisa bertanya.

Olah karena itu, bersama ini Organisasi Asgar akan memaparkan segala sesuatu informasi yang semoga berguna.

Tanda-tanda dan Gejala

Jika ada wanita dengan ectopic pregnancy, biasanya dia tidak merasa sedang hamil. Jika terdapat tanda dan gejala awal, mungkin akan menyerupai kehamilan, antara lain:

  1. Kelelahan
  2. Nyeri payudara
  3. Mual
  4. Terlambat datang bulan

Apabila ada  tanda dan gejala tersebut dan melakukan tes kehamilan, maka akan diperoleh hasil positif. Namun ectopic pregnancy tidak dapat dilanjutkan seperti kehamilan biasa.

Peringatan pertama dari ectopic pregnancy, antara lain:

  1. Sakit perut bawah
  2.  Perdarahan vagina
  3. Kram pada satu sisi panggul

Kalau ada tuba falopi yang pecah, gejala lain yang terjadi yaitu: sakit yang tajam, menusuk dalam panggul, perut, atau bahkan bahu dan leher. Juga disertai dengan rasa pusing.

Penyebab Ectopic Pregnancy (Hamil di Luar Kandungan)

Hal ini  terjadi ketika sel telur yang dibuahi terjebak dalam perjalanan ke rahim. Ini disebabkan karena tuba fallopi pernah terluka, rusak, atau cacat.

Kadang-kadang, penyebab spesifik dari ectopic pregnancy masih belum dapat ditentukan dengan pasti.

Ectopic pregnancy hampir selalu terjadi di salah satu tabung yang membawa sel telur dari ovarium ke rahim (tuba fallopi).

Jenis ectopic pregnancy sering dikenal sebagai kehamilan tuba. Ectopic pregnancy jarang terjadi pada ovarium, perut, atau leher rahim (serviks).

Cara Mengobati Ectopic Pregnancy (Hamil di Luar Kandungan)

Kehamilan ini tidak dapat dilanjutkan seperti kehamilan normal. Sel telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup, dan janin yang berkembang dapat membahayakan ibu dari janin tersebut.

Kalau tidak diambil tindakan, maka akibatnya sangat fatal, karena kemungkinan dapat menyebabkan kehilangan darah.

Pengobatan dini pada ectopic pregnancy dapat membantu melestarikan kesempatan hamil dengan normal dimasa mendatang.

Sebagai langkah awal, jaringan ektopik harus dihilangkan, untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa, .

Ketika ectopic pregnancy bisa terdeteksi secara dini, suntikan dari obat metotreksat dapat digunakan untuk menghentikan pertumbuhan sel dan melarutkan sel yang ada.

Setelah dilakukan menyuntikan, dokter akan memantau hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (HCG). Kalau ditemukan tingkat HCG tetap tinggi, mungkin perlu suntikan metotreksat jenis lain.

Kalau ada kasus dimana ectopic pregnancy tidak merespon obat karena ukurannya sudah terlalu besar, maka tidak dapat menggunakan methotrexate lagi.

Tindakan lain yang diperlukan yaitu pembedahan laparoskopi. Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di perut, biasanya di dekat pusar.

Setelah itu dokter akan menggunakan tabung tipis yang dilengkapi dengan lensa kamera dan cahaya (laparoskop) untuk melihat daerah tersebut.

Ada cara lain yaitu memasukkan sebuah instrumen ke dalam tabung atau melalui sayatan kecil lainnya untuk menghilangkan jaringan ektopik dan memperbaiki tuba falopi. Jika tabung tuba secara signifikan rusak, mungkin perlu diangkat.

Kalau ditemukan bahwa ectopic pregnancy menyebabkan perdarahan berat atau tabung falopi telah pecah, pasien mungkin akan memerlukan pembedahan darurat melalui sayatan perut (laparotomi).

Berdasarkan pengalaman, tuba fallopi dapat diperbaiki. Tapi pada kejadian yang lain, suntikan metotreksat juga diperlukan setelah operasi.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat