Tips Mengenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Alzheimer

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Alzheimer

Banyak di antara kita, baik itu keluarga, sahabat dan rekan kantor yang mungkin menderita Alzheimer, dan ingin menghindarinya.

Tapi banyak di antara kita yang belum tahu dan bertanya, tentang apa itu Alzheimer, bagaimana cara meredakan, kapan bisa disembuhkan, berapa biaya, kenapa bisa terjadi, dimana tempat mengobati, dan kepada dokter siapa bisa bertanya.

Oleh karena itu, bersama ini Organisasi Asgar akan berbagai tips dan trik mudah cara mendapatkannya, semoga bermanfaat.

Demensia dan Alzheimer 

Penyakit demensia atau kepikunan telah membebani masyarakat dengan sejumlah 90 miliar dolar setiap tahunnya (lebih dari 180 triliun) hanya untuk perawatan di rumah. Alzheimer termasuk yang paling utama dari kelompok demensia ini.

Laporan dari Acta Neurologica Scandinavia (1993) menyebutkan jumlah demensia akan menjadi dua kali lipat setiap penambahan 5,1 tahun dari umur 60 sampai 90 tahun.

Dari jumlah tersebut separuhnya disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Penyakit otak yang amat ditakuti ini lebih banyak terdapat di daerah pekotaan daripada pedesaan dan angka kejadian pria sama dengan wanita.

Menurut National Institute on Aging, ada diperkirakan antara 2,4 juta dan 4,5 juta orang Amerika yang memiliki Alzheimer.

Ada sekitar 417.000 orang di Inggris dengan penyakit Alzheimer, menurut Masyarakat Alzheimer.

Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurologis progresif otak yang menyebabkan hilangnya neuron secara ireversibel dan hilangnya kemampuan intelektual, termasuk memori dan penalaran, yang menjadi cukup berat karena menghambat fungsi sosial atau pekerjaan.

Penyakit Alzheimer juga dikenal sebagai hanya Alzheimer, dan Dementia pikun dari Alzheimer Type (SDAT).

Pasien dengan penyakit Alzheimer menderita kekurangan beberapa bahan kimia otak yang penting, dimana bahan kimia ini berfungsi dalam transmisi pesan di otak – neurotransmiter.

Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia . Penyakit ini memiliki prognosis yang buruk karena bersifat progresif sehingga penyakit ini semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu.

Saat ini, tidak ada obat untuk Alzheimer, yang ada hanyalah mengurangi gejala dan memperlambat laju memburuknya penyakit.

Alzheimer merupakan penyakit terminal, artinya penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kematian.

Sejarah pemberian nama Alzaimer

Aloysius Alzheimer adalah neuropathologist Jerman dan psikiater. Dia ditugaskan untuk mengidentifikasi kasus pertama yang diterbitkan oleh “demensia presenile” pada tahun 1906, yang kemudian diidentifikasi sebagai Kraepelin sebagai penyakit Alzheimer.

Pada tahun 1901, ketika ia bekerja di kota suaka mental di Frankfurt am Main, Jerman, Dr Alzheimer memiliki pasien berusia 51 tahun bernama Bu Auguste Deter.

Pasien memiliki gejala perilaku yang berbeda yang tidak cocok setiap diagnosis yang ada, dimana ia cepat gagal memori, disorientasi, kebingungan, kesulitan mengekspresikan pikirannya, dan curiga tentang anggota keluarganya dan staf rumah sakit.

Gejala berkembang tanpa henti. Dr Alzheimer menulis bahwa dia pernah berkata kepadanya “Saya telah kehilangan diriku sendiri.”

Selama tahun-tahun setelahnya Auguste Deter menjadi pasien intensif  Dr Alzheimer.

Wanita ini meninggal pada tahun 1906 dan Dr Alzheimer yang bekerja di laboratorium Kraepelin di Munich, memiliki catatan pasien dan menerima kiriman otak pasien tersebut untuk dipelajari lebih lanjut.

Hasil otopsi menunjukkan bahwa otaknya telah menyusut secara dramatis, tetapi tidak ada bukti aterosklerosis(penebalan dan pengerasan dinding arteri).

Pada bulan November, 1906 Dr Alzheimer memberikan kuliah pertama yang menyajikan hasil patologi dan gejala klinis demensia presenile.

Kraepelin mulai menggunakan istilah penyakit Alzheimer dan digunkana 1.911 di seluruh Eropa dan oleh dokter Eropa ketika mendiagnosis pasien di Amerika Serikat.

Apa saja gejala dari penyakit Alzheimer?

Dokter mengatakan penyakit Alzheimer kadang-kadang bisa sulit didiagnosa karena setiap pasien memiliki tanda-tanda dan gejala yang unik.

Beberapa tanda dan gejala hadir dalam penyakit Alzheimer juga ada dalam kondisi dan penyakit lain.

Penyakit Alzheimer digolongkan menjadi beberapa tahap. Beberapa dokter menggunakan kerangka 7-tahap, sementara yang lain mungkin menggunakan 4, 5 atau 6-tahap satu.

 7 tahapan kerangka kerja diagnostik

Tahap 1 – adanya penurunan

Memori dan kemampuan kognitif tampak normal. Selama wawancara medis ahli kesehatan mengidentifikasi ada bukti masalah memori atau masalah kognitif.

Tahap 2 – Penurunan Minimal (Penurunan Kognitif Sangat Ringan)

Bisa menjadi normal yang berkaitan dengan perubahan usia, atau tanda-tanda awal Alzheimer.

Teman-teman, keluarga dan profesional perawatan kesehatan hampir tidak melihat adanya penyimpangan memori.

Sekitar 50% dari orang berusia 65 atau lebih mulai mengalami sedikit kesulitan dengan mengingat kata sesekali dan sulit berkonsentrasi.

Orang mungkin merasa ada sesekali penyimpangan memori, seperti lupa kata-kata familiar atau nama, dan lupa meninggalkan kunci, gelas atau benda sehari-hari lainnya.

Tahap 3 – Awal confusional (Penurunan Mild Cognitive). Durasi – 2 sampai 7 tahun.

Tahap awal Alzheimer kadang-kadang didiagnosis pada tahap ini.

Awal | 1 | 2 | Lanjutannya → | Akhir