Manfaat Musik Jazz Bagi Kesehatan, dapat Mempercepat Pemulihan setelah Operasi

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Musik adalah salah satu hiburan yang disukai oleh berbagai bangsa, dan dikenal di seluruh penjuru dunia, baik di pusat kota maupun di pedalaman

Pilihan Musik Berdasarkan Pola Pikir

Ada banyak ragam jenis musik, yang sesuai dengan selera dan kepribadian para penikmatnya.

Kalau musik yang keras dan teriak-teriak seperti rock, banyak disukai oleh anakanak sekolah menengah dan orang-orang yang masih mencari identitas diri.

Ada juga musik klasik yang banyak dinikmati oleh orang-orang yang tenang dan mengerti keindahan musik.

Selain itu ada juga musik jazz yang banyak disukai oleh orang-orang yang mengerti musik, jiwa tenang, hati bersih, dan mempunyai status kelas yang sudah matang.

Manfaat Musik Bagi Kesehatan

Berdasarkan serangkaian hasil penelitian ditemukan bahwa musik dan keheningan adalah 2 metode perawatan yang hemat biaya, untuk dapat meningkatkan kepuasan pasien.

Pasien yang mendengarkan jazz setelah menjalani operasi bisa menurunkan detak jantung mereka dan akibatnya jauh dari kecemasan.

Itulah hasil penelitian yang dipresentasikan pada the Anesthesiology 2014 Annual Meeting, yang dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 12 Oktober 2014 di New Orleans, Amerika Serikat.

Proses dan Metode Penelitian

Untuk menelaah dan mengamati rasa nyeri yang timbul pada masa pasca operasi, peneliti mengatakan bahwa musik tertentu dan headphone noise cancellation dapat membantu merawat pasien dengan baik.

“Pikiran memiliki prosedur pembedahan, di samping kekhawatiran yang terkait dengan anestesi yang menciptakan stres emosional dan kecemasan bagi banyak pasien”

Demikian disampaikan oleh ketua tim penelitia yang bernama Dr Flower Austin, DO, yaitu seorang ahli Anesthesiology Resident di Penn State Milton S. Hershey Medical Center.

“Dokter ahli anestesi memberikan pasien dengan obat penghilang rasa sakit setelah operasi.

Namun beberapa obat ini dapat menyebabkan efek samping yang signifikan dan berbahaya”

Dr Austin dan timnya bekerja sama dengan 56 orang pasien yang menjalani histerektomi elektif dan ditugaskan setengah dari mereka (28 pasien) untuk mendengarkan jazz pada pemulihan dan setengah lainnya untuk memakai headphone dengan noise cancellation pada masa setelah operasi.

Denyut jantung, tekanan darah, nyeri dan kecemasan yang disurvei selama 30 menit dengan pembacaan pertama setelah operasi yang digunakan sebagai dasar pengukuran.

Denyut jantung kedua kelompok pasien tadi ditemukan menurun secara signifikan, meskipun denyut jantung kelompok jazz yang lebih rendah setelah 20 menit dibandingkan dengan kelompok yang memakai earphone noise cancellation.

Kelompok kedua, yang memakai headphone dengan noise cancellation, kemudian merasakan sakit kurang dari sebelumnya setelah 10 menit.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kami dapat menggabungkan ini ke dalam metode perawatan kami” kata Dr Austin.

“Kita perlu menentukan apa jenis musik yang terbaik, yaitu musik jazz. Lalu menentukan waktu terbaik mendengarkan musik, serta kapan diam adalah yang terbaik”

Tapi semua itu sudah jelas, bahwa musik yang baik, serta keheningan, adalah 2 metode perawatan yang hemat biaya.

Lalu berdasarkan penelitian ditemukan bahwa kedua metode tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pasien.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat