Manfaat Jalan Kaki Bagi Penderita Stroke

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Manfaat Jalan Kaki Bagi Penderita Stroke

Berdasarkan hasil dari sebuah penelitian ditemukan bahwa penderita stroke dapat memiliki cepat kesembuhan dengan berjalan kaki cepat secara teratur.

Proses dan Metode Penelitian

Hasil penelitian ini juga diterbitkan dalam jurnal Stroke.

Sebuah studi yang dilakukan selama tiga bulan ditemukan bahwa berjalan kaki di luar ruangan sebanyak tiga kali seminggu mendorong ketahanan dan denyut jantung istirahat, BBC melaporkan.

Para peserta adalah mampu berjalan secara mandiri atau dengan tongkat namun para peneliti mengatakan, banyak penderita stroke kekurangan energi dan takut jatuh.

Sebuah badan amal Stroke mengatakan latihan lain bisa membantu mereka yang tidak mampu berjalan.

Hal ini bukan pertama kalinya peneliti telah melihat dampak latihan rendah-stres pada pemulihan stroke, tetapi penelitian sebelumnya diuji peralatan olahraga seperti treadmill atau sepeda statis.

Sebuah tim dari University of the West Indies di Jamaika ingin menilai latihan yang bisa dilakukan oleh siapa saja di mana saja.

Meskipun hasil penelitian ini tidak mengherankan, itu baik untuk melihat bahwa berjalan sendiri dapat memiliki efek positif pada kualitas hidup. “

Mereka merancang sebuah program berjalan di masyarakat di mana peserta awalnya berjalan diawasi rute sepanjang 15 menit tiga kali seminggu, lalu dikembangkan menjadi lebih dari 12 minggu sampai 30 menit.

Di antara 128 pria dan wanita yang mengambil bagian dalam studi ini, orang-orang yang melakukan latihan berjalan memiliki 16,7 persen peningkatan kualitas hidup karena kesehatan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan pasien yang memiliki perawatan biasa dengan terapi pijat.

Para pejalan kaki juga bisa mendapatkan 17,6 persen lebih lanjut dalam uji ketahanan berjalan enam menit.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang di pijat-satunya kelompok memiliki persen resting heart rate 6,7 lebih tinggi setelah tiga bulan.

Pemimpin studi Dr Carron Gordon, yaitu seorang dosen dalam terapi fisik, mengatakan:

“Berjalan adalah cara yang bagus untuk mendapatkan aktif setelah stroke. Ini akrab, murah, dan itu sesuatu yang orang bisa sangat mudah masuk ke dalam. “

Dia menambahkan bahwa setelah stroke, banyak orang kekurangan energi dan takut jatuh saat berjalan dan menarik diri dari kegiatan yang berarti seperti belanja dan mengunjungi teman-teman dan keluarga.

Rata-rata usia mereka yang mengambil bagian adalah 64 tahun dan mengalami stroke antara enam dan 24 bulan sebelum memulai program latihan.

Dr Gordon mengatakan hasil yang berlaku untuk setiap penduduk selama stroke mereka telah membuat mereka mampu berjalan dan, dari waktu ke waktu, keluarga dan teman-teman bisa pergi untuk jalan-jalan bersama mereka daripada mengandalkan instruktur.

Dr Clare Walton, petugas komunikasi penelitian di Asosiasi Stroke, mengatakan, latihan setelah stroke dapat membantu meningkatkan pemulihan baik fisik maupun mental.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat