Kangkung: Sayuran yang Bisa Menjadi Manfaat, bisa juga Menjadi Malapetaka yang Berbahaya

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Kangkung Sayuran yang Bisa Menjadi Manfaat, bisa juga Menjadi Malapetaka yang Berbahaya

Sayuran adalah salah satu bagian dari makanan sehari-hari yang penting bagi kita. Selain rasanya enak, sayuran juga memberikan sensasi kesegaran pada hidangan makan kita, di samping menu utama.

Oke, untuk saat ini kita akan bicara mengenai satu jenis sayuran yang sangat terkenal, yaitu kangkung. Ternyata bukan terkenal di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia.

Marilah kita mengulas ketenaran kangkung ini, seperti yang dapat kita ambil referensi  dari The Stars Malaysia.

Sekilas Tentang Kangkung

Kangkung terkenal di banyak negara, bahkan di negara jiran kita, kangkung disebut sebagai sayuran termurah Malaysia.

Meskipun kangkung ditanam di mana-mana dan di mana saja tumbuh di Asia Tenggara, kangkung disebut “Phak bung” di Thailand, “rau mung”di Vietnam, “trokuon” di Kamboja dan “Kalmi shak” di Bangladesh.

Kangkung adalah Gulma perusak bagi Amerika

Yang mengejutkan, yaitu di Amerika, kangkung disebut sebagai kangkung Cina dan secara resmi ditetapkan oleh Department Of Agriculture sebagai gulma berbahaya.

Di negara Paman Sam ini, kangkung dibenci sebagai spesies invasif. Bahkan dianggap merusak taman-taman amerika karena kangkung berkembang di lahan basah Texas, Florida dan bahkan California.

Kangkung di sana tumbuh tak terbendung, tumbuh-cepat berongga batang hanya mengapung di atas flora adat dan membentuk tikar compang-camping yang tersedak dan stagnan segala sesuatu di jalan.

Sialnya, Amerika belum bisa menerima kangkung yang kita kenal sebagai masakan alami yang populer. Kangkung hanya dijadikan sebagai makanan kelinci dan gulma pengganggu tanaman.

Kangkung Bisa Menjadi Pembunuh, Jika salah memasaknya

Lembutnya Kangkung dan tekstur renyah menjadi nikmat apalagi dilengkapi dengan bahan-bahan yang tajam seperti bawang putih, cabai dan terasi.

Tapi hati-hati bagaimana Anda memasak dan memakannya, atau kita bisa terjangkit oleh penyakit berbahaya yaitu Fasciolopsiasis.

Kondisi ini adalah kondisi yang disebabkan oleh Fasciolopsis buski, yaitu sebuah parasit besar di usus yang dapat ditemukan sebagai kista larva yang terdapat pada kangkung (dan beberapa sayuran air lainnya dalam hal ini).

Parasit ini akan menyerang tubuh kita, jika kita mengkonsumsi dan memakan kangkung yang mentah saja, tanpa dimasak sempurna.

Pada manusia dan babi, kista melepaskan dirinya dan melekat ke dinding usus dan menyebabkan gangguan pencernaan, reaksi alergi dan sakit perut.

Itu adalah kasus yang tidak diobati bisa berakibat fatal, kalau kita memakannya secara mentah, atau kurang dimasak sempurna.

Jadi solusinya, silakan menggoreng atau merebus kangkung secara baik dan sempurna. Supaya kita bisa menikmati berbagai manfaat dari kangkung ini.

Kangkung dan Manfaat yang Luar Biasa

Sayuran terkenal di Asia Tenggara ini telah lama dipromosikan sebagai aquatica Ipomoea yaitu ramuan ajaib universal untuk berbagai penyakit – segala sesuatu dari diabetes untuk wasir insomnia – bahwa sulit untuk membedakan fakta dari fiksi.

Kangkung memang tergolong sayuran murah, tetapi kangkung tentu kaya dengan berbagai kebaikan nutrisi.

Satu porsi kangkung sekitar 100 gram, mengandung air (90%), protein (3%), serat (3%), lemak (0,9%), karbohidrat (4,3% ), mineral (2%), nicotinamide (0.6mg), riboflavin (120 mg), vitamin C (137mg) dan vitamin E (11mg).

Kangkung juga kaya akan karoten, asam amino termasuk polifenol (antioksidan), dan mineral seperti kalium, besi dan magnesium.

Ini tentu saja membuat sayuran murah ini sebagai sumber makanan yang sangat bermanfaat. Apalagi rasanya yang enak, baik ditumis, direbus, maupun dibuat sebagai jus.

Tapi ingat, jangan mengkonsumsi sayuran kangkung yang mentah, masaklah dengan sempurna, supaya bakteri jahat yang terdapat pada sayuran ini betul-betul hilang. Karena bakteri jahat terdapat pada hampir semua tanaman yang tumbuh pada lahan basah.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaa