Inilah Pertanda Kematian yang Paling Akurat Secara Medis

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Memang kita tidak bisa memperkirakan kematian, karena ajal seseorang ditentukan oleh Tuhan YME, dan proses kematian yang disebabkan oleh banyak faktor, apakah sakit, kecelakaan, dan lain sebagainya.

Inilah Pertanda Kematian yang Paling Akurat Secara Medis

Prediksi Kematian Secara Medis

Berdasarkan hasil dari serangkaian penelitian ditemukan bahwa dengan adanya penurunan indra untuk menentukan rasa bau pada orang tua adalah prediktor kuat kematian hanya dalam lima tahun.

Proses dan Metode Penelitian

Tiga puluh sembilan persen dari subyek penelitian yang gagal mengidentifikasi tes bau sederhana, telah meninggal selama periode penelitian tersebut.

Fakta tersebut kemudian dibandingkan dengan 19 persen dari mereka dengan kehilangan bau moderat dan hanya 10 persen dari mereka dengan rasa sehat penciuman.

Lebih Akurat dibandingkan diagnosis gagal jantung, kanker atau penyakit paru-paru

Bahaya kehilangan bau yang “mencolok kuat,” menurut para peneliti, yang mengatakan bahwa disfungsi penciuman, jauh lebih akurat dalam memprediksi kematian dari diagnosis gagal jantung, kanker atau penyakit paru-paru.

Hanya kerusakan hati yang parah adalah prediktor yang lebih kuat dari kematian, kata mereka.

“Kami pikir hilangnya indera penciuman adalah seperti kenari di tambang batu bara” kata penulis utama studi tersebut Jayant Pinto, seorang profesor bedah di University of Chicago.

Hanya Pertanda

“Ini tidak secara langsung menyebabkan kematian, tapi itu pertanda, peringatan dini bahwa ada sesuatu yang sangat salah, kerusakan yang telah dilakukan.

“Temuan kami bisa memberikan tes klinis yang berguna, cara cepat dan murah untuk mengidentifikasi pasien yang paling berisiko.”

Meninggal Bukan Karena Sistem Penciuman yang Rusak

“Tapi perlu diingat, karena sudah sangat jelas, bahwa orang tidak mati hanya karena sistem penciuman mereka rusak” kata Martha McClintock, penulis senior studi tersebut.

Pinto menambahkan: “Dari semua indera manusia, bau adalah yang paling undervalued dan kurang dihargai sampai hilang.”

Penelitian ini adalah bagian dari the National Social Life, Health and Aging Project (NSHAP), studi pertama di rumah hubungan sosial dan kesehatan dalam, sampel perwakilan nasional besar pria dan wanita usia 57-85.

Dalam gelombang pertama dari NSHAP, dilakukan pada tahun 2005-2006, tim survei profesional dari the National Opinion Research Center at the University of Chicago menggunakan uji yang divalidasi dengan teliti untuk survei lapangan dari dari 3.005 peserta.

Serangkaian penelitian tersebut dilakukan melalui pengukuran kemampuan responden untuk mengidentifikasi lima bau umum yang berbeda.

Dalam gelombang kedua, selama tahun 2010-2011, tim survei mengkonfirkasi peserta mana yang masih hidup.

Selama rentang lima tahun, 430 orang (12,5 persen) dari 3005 orang subyek awal penelitian telah meninggal dan 2.565 orang masih hidup.