Hati-hati, Probiotik tidak Selalu Baik untuk Kesehatan, ada Bahayanya

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Hati-hati, Probiotik tidak Selalu Baik untuk Kesehatan, ada Bahayanya

Dewasa ini banyak di antara kita yang mengkonsumsi probiotik, karena diyakini dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan.

Jika selama ini kita percaya bahwa probiotik yang baik untuk kesehatan kita, ada sebuah berita untuk kita.

Berdasarkan hasil dari serangkaian penelitian terbaru ditemukan bahwa lebih dari setengah dari probiotik populer mengandung jejak gluten.

Arti dan makna Gluten

Ada banyak orang yang bertanya tentang apa, pengertian, definisi dari gluten, serta bagaimana terbentuknya.

Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, rye dan barley, oleh karena itu, pasien yang menderita penyakit celiac perlu menghilangkan gluten dari pola makan mereka. Kalau tidak akan adanyeri wajah, gejala usus dan peningkatan risiko kanker.

Proses dan Metode Penelitian

Penelitian ini juga dipresentasikan pada Digestive and Disease Week di Washington.

Tes pada 22 produk terlaris probiotik dilakukan oleh peneliti di Columbia University Medical Centre (CUMC) Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa 12 dari produk tersebut (atau 55 persen) memiliki gluten yang terdeteksi.

Pada umumnya, probiotik dikonsumsi oleh banyak orang, karena meyakini dapat bermanfaat baik dan membuat usus jadi sehat.

“Banyak pasien dengan penyakit celiac mengkonsumsi suplemen diet, dan mengkonsumsi probiotik adalah sangat populer,”

Demikian disampaikan oleh seorang ahli yang bernama Samantha Nazareth, yaitu seorang ahli gastroenterologist di CUMC, yang juga merupakan anggota dari tim peneliti.

Kami sebelumnya telah melaporkan bahwa pasien celiac yang menggunakan suplemen diet memiliki lebih gejala daripada non-pengguna, jadi kami memutuskan untuk menguji probiotik untuk kontaminasi gluten, kata Nazareth.

Sebagian besar probiotik yang diuji positif untuk gluten mengandung kurang dari 20 bagian per juta dari protein, dan akan dianggap bebas gluten oleh standar Food and Drug Administration (FDA).

Namun, empat merek (18 persen dari total) yang terkandung lebih dari jumlah yang diperkirakan tadi.

Lebih dari setengah dari 22 probiotik diberi label bebas gluten tapi ini tidak ada hubungannya dengan apakah atau tidak adanya jejak gluten yang hadir.

Dua probiotik yang tidak memenuhi standar FDA dilakukan label.

“Tampaknya label mengklaim suatu produk bebas gluten tidak bisa dipercaya, setidaknya ketika kita kaitkan dengan produk probiotik” kata rekan peneliti yang bernama Peter Green.

“Ini adalah potensi bahaya bagi pasien kami dan kami prihatin,” tambahnya.

“Kita tahu bahwa kebanyakan pasien dengan penyakit celiac hanya akan menderita kerusakan usus ketika mengkonsumsi gluten lebih dari 10 miligram setiap hari “

Namun, temuan ini menimbulkan pertanyaan mengganggu, “kata rekan penulis studi Benjamin Lebwohl dari CUMC.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat