Daftar Penyakit yang Bisa Diobati di Rumah Sakit (Bagian 2 dari 2), dengan Menyembuhkan Cara Medis

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Daftar Penyakit yang Bisa Diobati di Rumah Sakit (Bagian 2 dari 2)

(Bagian 2 dari 2)

Semua penyakit bisa disembuhkan, karena semua penyakit sudah ada obatnya yang diciptakan oleh Allah SWT. Lalu kewajiban kita untuk mencari cara mudah untuk mengobati dan menyembuhkan penyakit tersebut.

Bagi sebagian orang, berobat di rumah sakit adalah lebih praktis dan lebih nyaman. Ini karena dengan mengunjungi rumah sakit ada kelebihan dan kekurangan, serta ada keunggulan dan kelemahan.

Kekurangan dan kelemahan berobat di rumah sakit adalah kita harus meluangkan banyak waktu, karena harus mengantri dan menunggu perawatan. Kelemahan lain adalah kita harus bercampur dengan orang lain yang juga sakit.

Keunggulan berobat di rumah sakit adalah karena tempatnya yang luas, ada fasilitas rawat inap, banyak dokter spesialis, banyak dokter gigi,

banyak poliklinik, ada fasilitas UGD (Unit Gawat Darurat) atau IGD (Instalasi Gawat Darurat), banyak perawat dan parkir yang luas.

Kita juga dapat memanfaatkan fasilitas jika rumah sakit bekerja sama resmi dengan BPJS, jadi kita tidak perlu membayar lagi alias gratis untuk mengobati dan menyembuhkan berbagai penyakit. Serta bisa meminta obat paten maupun generik.

Lalu kita bisa bertanya pada berbagai dokter spesialis tentang cara mengobati dan menyembuhkan yang cepat dan meminta dosis obat yang tepat.

Kita juga bisa menanyakan tentang farmakologi dan efek samping dari obat yang akan diminum. Serta mengetahui khasiat dan manfaat dari obat-obatan tersebut.

Berikut adalah daftar penyakit yang bisa diobati dan disembuhkan di rumah sakit: Leukemia mieloid akut, skleroderma (sklerosis sitemik), menopause, vitamin dan mineral,

masalah yang mempengaruhi wanita, penyakit refsum, sistem kekebalan tubuh, benign paroxysmal positional vertigo (benign positional vertigo)atau bppv, tinnitus = telinga mendenging,

kelumpuhan pita suara, pubertas, anemia pada bayi, pitiriasis rosea, postprandial hypotension,

Kanker hati primer lain, tomografi pada dada, kejang kerongkongan yang tersebar, mukopolisakaridosis, kekurangan dan kelebihan vitamin e, pemfigus, aneurisma aorta perut,

emboli paru, kanker paru, porfiria intermiten akut, inkontinensia uri, persendian charcot (penyakit sendi neuropatik), batuk, kram otot, distrofi otot duchenne dan becker, infeksi sitomegalovirus, angioedema herediter,

Kanker penis, hematoma spinalis, fibrilasi ventrikular, anemia hemolitik, kelainan kelamin, terapi radiasi,

chondrodysplasias, penyakit paget, deviasi septum, perikarditis akut, besar untuk masa kehamilan (bmk, lga, large for gestational age),

Tumor kerongkongan nonkanker, metabolisme lemak, perichondritis, penyakit fabry, sindroma budd-chiari, trauma, gangguan asperger dan perkembangan pervasiv yang tidak spesifik,

demam rematik, mastositosis, penyakit huntington (korea huntington), stenosis katup pulmoner (pulmonic stenosis),

entropion dan ektropion, flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd), kolaps paru-paru (pneumothorax),

Poliarteritis nodosa, tumor saluran empedu, hipoglikemia, koksidioidomikosis (demam san joaquin, demam lembah), granuloma hepatik (hepatic granulomas), diabetes insipidus, onikomikosis,

trikuriasis (infeksi cacing cambuk usus), faktor resiko yang ada sebelum kehamilan, mieloma multipel (multiple myeloma),

pembesaran tonsil dan kelenjar gondok, anemia karena kelainan pada sel darah merah, anoreksia nervosa,

Polip hidung, ikhtisar gizi, kelainan testis, benda asing di rektum dan anus, insomnia (kesulitan tidur), keratosis pilaris, hammer toe : jari kaki palu, blokade berkas cabang (bundle branch block),

scanning kandung dan saluran empedu, demam kambuhan (relapsing fever), korea dan atetosis, paru-paru flock worker, stupor dan koma, penyakit scheuermann,

Kanker rahim, epididimitis, otitis eksternal, schizophrenia, sindroma nefritik akut, sakit kepala cluster, hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi), mielitis transversus akut,

metabolisme karbohidrat, variabel imunodefisiensi umum, kekurangan biotin, polip kolorektal, lymphangitis, neuralgia glossofaringeal, asbestosis,

Kelainan kelenjar tiroid, kegagalan pernafasan, kelainan penciuman dan pengecapan, diare, angiografi ginjal,

kardiomiopati restriktif, bursitis tendo achilles anterior, gigi yang pernah retak,

copot atau goyah, avascular necrosis pada tulang, infeksi hiv, intracerebral hemorrhage, kelenjar adrenal yg kurang aktif,

gangguan stress pasca-trauma (ptsd), pertumbuhan pada penis, gout,

Makroglobulinemia (makroglobulinemia waldenstrom), stenosis katup pulmoner, collagenous colitis dan lymphocytic colitis, hallux valgus dan bunion, retinitis pigmentosa, bells palsy,

gastroesophageal reflux pada anak, gairah seksual (libido) yang rendah, reaksi alergi akibat olah raga, nefritis tubulointerstisialis kronis, sumbatan di telinga luar,

Anemia karena kekurangan asam folat, granulomatosis wegener, optic neuritis, neuroblastoma, kelumpuhan syaraf cranial ke- (syaraf abducens), obstructive sleep apnea,

severe acute respiratory syndrome (sars), trombosis sinus kavernosus, paroxysmal supraventricular tachycardia (svt, psvt), giardiasis,

Hernia inguinalis, pemeriksaan kandung kemih (cystography retrograde), enterokolitis nekrotisasi,

penyakit tulang, hiperfosfatemia, gamma hydroxybutyrate (ghb), ureteritis, empiema subdural, bulu atau rambut tubuh berlebihan (excessive hairiness), kanker pankreas,

Diffuse axonal injury, kekebalan tubuh khusus, orgasme yang terhambat, maagataugastritis (radang lapisan lambung),

epilepsi, eritema nodosum, sinar-x pada sinus, sindrom eaton-lambert, kanker kerongkongan (esophageal cancer), kutil genitalis (kondiloma akuminata),

Perforasi septum, tahi lalat (nevi), imunoterapi, infeksi sitomegalovirus pada bayi baru lahir, kelumpuhan supranuklear progresif, wolf-parkinson-white syndrome,

episkleritis, scanning ultrasonogarfi pada tiroid, nyeri perut berulang, mastalgia (nyeri payudara), dissociative fugue, gangguan perangsangan otot, mononeuropati (kerusakan saraf perifer),

Abses periapikal, kekurangan dan kelebihan vitamin a (retinol), artritis infeksiosa, drug rashes, mastoiditis akut, sick sinus syndrome, masalah makan anak, leukemia mielositik kronis,

Awal | 1 | 2 | ... | Lanjutannya → | Akhir