Bahaya Duduk Terlalu Lama, Dapat Mempercepat Kematian

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Bahaya Duduk Terlalu Lama, Dapat Mempercepat Kematian

Berdasarkan hasil dari sebuah penelitian ditemukan bahwa orang dewasa yang duduk sebelas jam atau lebih sehari berada pada peningkatan risiko tinggi kematian, dibandingkan dengan mereka yang duduk selama kurang dari empat jam sehari.

“Ini berarti jalan pagi atau perjalanan ke gym masih diperlukan, tetapi juga penting untuk menghindari duduk terlalu lama”

Demikian disampaikan oleh peneliti Dr Hidde van der Ploeg, dari University of Sydney School of Public Health.

Menurut dia, hasil mereka menunjukkan waktu yang dihabiskan orang untuk duduk di rumah, di tempat kerja, dan di atas kendaraan harus dikurangi dengan berdiri atau berjalan lagi.

Untuk orang dewasa, van der Ploeg menunjukkan aktivitas intensitas sedang, seperti berjalan kaki, setidaknya 30 menit di pagi hari.

Sebuah laporan serupa yang diterbitkan oleh The British Journal of Sports Medicine pada musim gugur yang lalu, yang menyoroti hubungan antara lama duduk dan kesehatan.

Laporan ini melihat orang dewasa Australia pada tahun 2008, dan menyimpulkan bahwa mereka yang menonton TV rata-rata enam jam sehari akan hidup 4,8 tahun lebih sedikit daripada mereka yang tidak.

Sementara dengan mempertimbangkan usia, pola makan dan kebiasaan olahraga, studi ini menemukan bahwa mereka dengan “perilaku menetap tertinggi” memiliki risiko terbesar untuk penyakit jantung, diabetes dan mati muda.

Ini berarti orang dewasa berumur di atas 25 tahun yang menonton satu jam dari TV akan melihat harapan hidup mereka mempersingkat sebesar 21,8 menit.

Tapi satu batang rokok mengurangi harapan hidup sekitar 11 menit, kata studi tersebut.

“Duduk adalah sama seperti merokok dalam bentuk baru,” kata Dr Anup Kanodia dari Wexner Medical Center Ohio State University.

Para ahli mengatakan duduk bisa lebih buruk karena Anda tidak membakar banyak kalori hampir sama seperti jika Anda berdiri.

Ditambah lagi kalau setiap hari yang terbiasa duduk, akan menekan produksi molekul yang disebut lipoprotein lipase, yang tidak akan memetabolisme lemak dan gula.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat