Alat Untuk Mendeteksi Tahi Lalat yang Akan Jadi Kanker

Tim Kesehatan Organisasi Asgar

Alat Untuk Mendeteksi Tahi Lalat yang Akan Jadi Kanker

Banyak di antara kita yang memiliki tahi lalat. Bahkan ada orang yang memiliki tahi lalat dalam jumlah yang tidak sedikit.

Ada juga yang terlihat lebih ganteng atau lebih cantik karena adanya tahi lalat. Seperti contoh artis bintang film Rano Karno dan Cindy Crawford, yang memiliki tampilan khas karena ada tahi lalat.

Tapi ada fakta lain, di balik ada kekhasan karena tahi lalat, ternyata ada juga penyakit yang mungkin timbul, walau hanya dianggap tahi lalat biasa.

Berdasarkan penelitian, fakta, dan data, bahwa ada tahi lalat yang berpotensi sebagai tanda akan berkembangnya kanker di kemudian hari.

Namun jangan khawatir, karena baru-baru ini melalui sebuah penelitian, telah diciptakan sebuah alat yang dapat mendeteksi kemungkinan kanker dari tumbuhnya tahi lalat.

Alat pendeteksi

Sebuah perangkat baru yang dikembangkan oleh para ilmuwan yang menyerupai pengering rambut dapat membantu mengidentifikasi melanoma ganas.

Mesin yang bisa digenggam ini, yang disebut MelaFind, bisa memberitahu dengan cukup akurat jika tahi lalat dapat berubah menjadi pertumbuhan kanker.

Bahkan alat ini dapat memberi fakta yang kuat bagi dokter kulit, seperti dilaporkan oleh Daily Express.

Sudah dapat diperoleh di Inggris dan Eropa

Alat yang praktis seperti pengering rambut ini, bekerja dengan menembakkan cahaya ke dalam kulit dimana tahi lalat yang mencurigakan berada.

Perangkat ini kemudian menganalisa bagaimana cahaya memantul kembali, lalu memproses dan mendeteksi bahwa kanker mungkin berkembang di tempat tersebut.

Hanya dalam satu menit, alat ini dapat menganalisis semua informasi yang diterimanya dan menghitung kemungkinan bahwa tumor bisa berkembang.

Jika seseorang dicurigai memiliki kemungkinan terkena kanker, biopsi dapat dilakukan dan jaringan dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut.

Penelitian dan pengujian menunjukkan bahwa perangkat ini adalah 98 persen akurat untuk memprediksi tahi lalat mana yang dapat berubah menjadi kanker.

Alat ini dapat memangkas jumlah tindakan biopsi yang tidak diperlukan hingga 90 persen.

Demikianlah informasinya, semoga bermanfaat.